SEJARAH PANCUR OPEN



PANCUR OPEN

Adalah kompetisi sepakbola amatir atau lebih dikenal dengan istilah antar kampung (tarkam).

Kompetisi ini diadakan setahun sekali dan biasanya memakan waktu selama 3 (tiga) bulan oleh Panitia Pelaksana Kegiatan. 
Semua pertandingan bertumpu pada satu lapangan yaitu di Lapangan Sepakbola Pantai Utara Desa Pancur. 
Sistem pertandingan biasanya menggunakan sistem gugur penuh. Sebelum kompetisi dimulai, seluruh klub yang ada di wilayah Kabupaten Sambas di undang untuk melakukan Techical Meeting dan pengundian skema pertandingan. Jumlah klub yang di undang berjumlah 64 klub.

Dalam sejarahnya, Pancur Open merupakan kompetisi perintis di wilayah Pesisir Kabupaten Sambas. Kalau dulu, kompetisi sepakbola lebih dikenal dengan istilah “Beker” yang diambil dari bahasa Belanda. Pada waktu itu panitia penyelenggara tidak memberikan piala seperti sekarang ini, melainkan dalam bentuk binatang ternak. 
Juara 1 biasanya mendapat hadiah seekor sapi, juara 2 berupa kambing. Tidak ada yang ingat pasti kapan kompetisi ini pertama kali bergulir, tapi jika membaca sejarah pembuatan Lapangan yang menjadi markas tim kesebelasan Lancang Kuning Pancur ini tepat pada 11 Juni 1965. Jadi bisa kita prediksi kompetisi ini dilaksanakan 2 atau 3 tahun setelah itu.

Kompetisi Sepakbola Pancur Open terhenti pada era itu karena Desa Pancur terfokus kepada turnamen kasti. Baru pada tahun 2002 kompetisi sepakbola ini kembali diadakan, dengan gotong royong masyarakat Desa Pancur dalam pembiayaan. Keberanian yang luar biasa ditunjukkan oleh masyarakat, padahal waktu itu belum ada pengalaman sama sekali.

Pancur Open juga merupakan satu-satunya kompetisi yang tidak memanfaatkan politik. Yang mana jika dilihat di desa lain, mereka disponsori tokoh-tokoh politik misalnya anggota DPRD atau yang hendak mencalonkan diri. Pancur Open murni di sponsori oleh masyarakat Desa Pancur itu sendiri dengan dana gotong royong atau patungan. Padahal masyarakat Desa Pancur telah berhasil mendudukkan satu kursi untuk berada di DPRD Kabupaten Sambas yang berasal dari Desa Pancur, bahkan sampai 2 periode berturut-turut. 
Namun mereka sama sekali tidak meminta kepada anggota DPRD tersebut. Bahkan yang hebatnya lagi, masyarakat Desa Pancur pernah menolak bantuan dari anggota DPR-RI dalam hal pendanaan kompetisi.
-Sejarah singkat Pancur Open -

Ulasan